Latest Products

Order Form

Order Detail




Html forms powered by 123ContactForm.com | Report abuse

Cara Meningkat Kualitas Suara Perkutut dengan Undur-undur

Order Detail

Meningkatkan kualitas anggung burung perkutut


Beberapa penggemar perkutut di daerah Cirebon dan sekitarnya sering memberikan undur-undur kepada burung kelangenannya. Caranya, undur-undur dilolohkan langsung ke mulut burung. Cara seperti ini pun pernah dilakukan Suganda (45), warga Cirebon yang juga penggemar perkutut, seperti yang ditulisnya dalam sebuah artikel di kompas online.

Menurut Suganda, undur-undur bisa membuat suara perkutut menjadi lebih merdu. Tak hanya itu, undur-undur juga bisa meningkatkan stamina burung sehingga tidak mudah terkena penyakit. Saya pribadi belum mengetahui secara pasti dampak positif maupun negatif dari pemberian undur-undur hidup terhadap burung perkutut. Jadi, silakan berkonsultasi dulu dengan pakarnya.

Lubang jebakan undur-undur

Mengandung asam lemak omega-3 tinggi
Undur-undur terdiri atas dua jenis yang hidup di tempat berbeda. Yang satu hidup di darat, sebagaimana undur-undur yang dimaksud dalam penjelasan sebelumnya. Yang satu lagi hidup di laut (undur-undur laut).

Keduanya memiliki khasiat yang sama dan mengandung asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) yang tinggi. Hasil penelitian mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yakni Dindin Hidayatul Mursyidin, Salahuddin Muhammad, Dian Pribadi Perkasa, Sekendriana, dan Prabowo, menunjukkan bahwa undur-undur laut mengandung lemak total 17,22-21,56 persen.

Adapun kandungan EPA dan DHA sekitar 7,75-14,48 persen lebih tinggi daripada jenis crustacea lain seperti udang, lobster, dan beberapa jenis kepiting. Jika dirinci, maka kandungan EPA sekitar 6,41-8,43 %, lebih tinggi daripada DHA yang hanya 1,34 – 6,57 %.
Penelitian kelima mahasiswa ini telah dipresentasikan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, undur-undur bisa dikonsumsi langsung (dalam bentuk hidup). Namun diperlukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan gizi yang lain, seperti mineral atau protein. Juga mengenai senyawa yang merugikan seperti logam berat dan racun.
Semoga bermanfaat.

PERKUTUT JAWA

Order Detail

Perkutut Jawa Geopelia striata (Columbidae) Zebra Dove

Karakter
Tubuh berukuran kecil (21 cm).
Tubuh ramping, ekor panjang. Kepala abu-abu, leher dan bagian sisi bergaris halus, punggung coklat dengan tepi hitam. Bulu sisi terluar ekor kehitaman dengan ujung putih.

Iris dan paruh abu-abu biru, kaki merah jambu tua.
Hidup berpasangan atau kelompok kecil. Makan di permukaan tanah. Kadang berkumpul untuk minum di sumber air.
Makanan: biji-bijian, serangga.
Sarang berbentuk datar tipis dari ranting-ranting.
Telur berwarna putih, jumlah 2 butir.

Berbiak bulan Januari-September.
Habitat
Hutan terbuka.
Penyebaran
Filipina, Semenanjung Malaysia.
Sumatera, Jawa, Bali, Lombok.
Introduksi: Asia tenggara dan pulau lain di Indonesia.
Tersebar sampai ketinggian 900 m dpl.
Penyebaran Lokal
Wanawisata Tinjomoyo, Gunungpati, Semarang: hutan sekunder.
Status
Penetap.
Jumlah dan frekuensi sangat jarang.
Peringkat perjumpaan: (4) agak sulit.
Suara
Klik untuk klip suara Suara nyanyian.
Klik untuk klip suara Suara nyanyian.
Tinjomoyo, Gunungpati, Semarang - � Baskoro
Klik untuk klip suara Klip referensi.
Deskripsi: Suara nyanyian berupa irama merdu, halus, mengalir, berulang "hur-ke-tek-kuk-kuk...." dengan nada terakhir bervariasi jumlahnya. 

 Klik untuk klip video

PERKUTUT INDUKAN BERKWALITAS

Order Detail

Memilih Indukan Berkwalitas

 

Keturunan yang baik pasti berasal dari induk yang baik pula. Sebaliknya, induk yang baik belum tentu menghasilkan keturunan yang baik. Dalil seperti ini agaknya sangat dipatuhi oleh peternak. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pemilihan induk harus dilakukan secermat mungkin. Berkaitan ‘dengan pemilihan induk ini ada baiknya jika uraian berikut dipahami oleh peternak.

A.    Memilih Jantan dan Betina
Kemampuan membedakan jenis kelamin perkutut mutlak diperlukan oleh peternak. Bagi peternak yang sudah berpengalaman, tidak perlu waktu lama untuk menentukan jenis kelamin perkutut. Bahkan, dengan sekilas melihat fisik perkutut, dapat segera ditentukan jantan atau betina perkutut tersebut. Meskipun demikian, ini hanya bisa dilakukan untuk perkutut yang telah menampakkan kedewasaan fisik, kira-kira telah berumur 9 bulan. Pada umur ini, perkutut siap ditangkarkan. Berikut adalah ciri-ciri perkutut jantan dan betina yang telah dewasa.

1.     Ciri-ciri perkutut jantan
Tanpa pengamatan yang seksama, agak sulit bagi pemula untuk membedakan perkutut jantan di antara sekawanan perkutut. Namun, jika dengan teliti diperhatikan, seekor perkutut jantan mudah dibedakan dari perkutut betina. Perkutut jantan mempunyai raut muka yang berkesan garang. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tebal dan bulat sehingga sorot matanya menjadi terlihat tajam. Tanda lainnya ialah pupur (bulu putih keabu-abuan di kepala) lebih dari separuh kepala, kepala tipis, dan ekor panjang. Oleh karena itu, warna bulu kepala perkutut jantan terlibat lebih terang dibanding kepala perkutut betina. Selain itu, perkutut jantan juga memiliki paruh yang panjang, tebal, dan melengkung (ciri ini agak sulit dipahami). Tubuhnya secara keseluruhan terlihat lebib besar daripada perkutut betina.
Perkutut jantan juga bisa ditandai dari perilaku seksualnya. Setelah dewasa kelamin, perkutut jantan akan menampakkan perilaku seksual yang khas jika berdekatan dengan betina, yaitu berbunyi sambil menganggukkan kepala di dekat seekor betina.

2.     Ciri-ciri perkutut betina
Perkutut betina memiliki raut wajah sayu. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tipis sehingga sorot matanya terkesan sayu. Tubuhnya lebih kedl dari yang jantan. Selain itu, pupur tidak lebih dari separuh bagian kepala (sehingga warna bulu kepalanya terkesan gelap), kepala kecil dan bundar, paruh lurus, serta ekor pendek. Jika dilihat secara keseluruhan, ukuran tubuhnya tampak lebih kecil daripada perkutut jantan.

JUARA KONKURS HAMENGKU BUWONO CUP 2012

Order Detail

HASIL LOMBA BURUNG, KABAR BURUNG

Data Juara Konkurs Burung Perkutut Hamengku Buwono Cup 2012

Berikut ini adalah Data Juara Konkurs Burung Perkutut Hamengku Buwono Cup 2012. Piyik Hanging, Alun Alun Kidul, Sabtu 14 Juli 2012 Jam 15.00 – selesai.
KELAS PIYIK SENIOR
JUARA
GANT
NAMA BURUNG
PEMILIK
ALAMAT
RING
I
077
BLACK JACK KACE SURABAYA TERMINAL
2
062
DAKAR H. HALIDI PASURUAN BAMARA
3
014
PARADE SIMA BF TANGERANG HAAS
4
067
TERESATHIEN AHI / JOHANES TANGERANG ANES
5
041
SEDAYU AGUS TRIATMOJO SOLO CMN
6
153
SELALU RINDU BENNY / HERI SURABAYA BENNY
7
042
DAMARWULAN RH. MUH JUFRIZAINI MADURA ALIB
8
004
NEW LUGINA ALAY BANDUNG LUGINA
9
150
TIGER WOOD YADI  BAS/ WAHYU JAKARTA 344 MIX
10
147
PUJANGGA ALAY JAKARTA TL
11
079
SUROJOYO YOSA JAKARTA CANCAN
12
009
JESMIKA SISWOKO PONOROGO ALAMI
13
069
PREDATOR ASEP CIANJUR CRISTAL
14
048
GENDING MATARAM BAMBANG B2W JOGJA DEWI FORTUNA
15
025
VITUS DANANG HARI TEGAL ASEAN
16
151
RADJA PROMA YADI BAS / WAHYU JAKARTA WI BF
17
018
BINTANG LUGINA  V ALAY BANDUNG LUGINA
18
056
GOL BOL  DADANG CIKARANG PADMA
19
003
TONG BAJIL M. FIRMAN CIREBON RBF
20
149
PELANGI TOTOK PATI HARSEN
21
032
DURATEX DANANG HARI TEGAL ASEAN
22
064
RIMBA DADANG CIKARANG JONI
23
156
MAHESA JENAR IWAN WI JAKARTA TGM
24
074
KAMA CITRA RIYADI JOGJA ILHAM
25
063
SURYA WIJAYA SIGIT GUNAWAN W JOGJA ALTIS
26
146
BINTANG CARUBAN CENDY / SONY CARUBAN -
27
166
MATA-MATA WAWAN KLATEN WIDYA
28
072
NAGA PUSPA AB BF SUKABUMI PADMA
29
020
MERAH DELIMA MBAH AGUNG KELUD BLITAR 686
30
060
CENAT-CENUT DIFA BF BEKASI PALEM
HASIL KEJUARAAN KONKURS HB CUP 2012-07
KELAS PIYIK YUNIOR
JUARA
GANT
NAMA BURUNG
PEMILIK
ALAMAT
RING
I
316
RAJA PENTOL TRISNA TIM SURABAYA ASRI
2
184
ARJUNA MURI WALUYO MADIUN GRAND
3
182
BINTANG CELEBES H. ABU MAKASAR HDL
4
100
RAJAH TIMUR MUHAMMAD MISRI MALANG BANDARA
5
110
DUTA PUTRA ADRIAN JAKARTA IPAY
6
276
ANAK MANJA H. JAZULI DENPASAR AMM
7
234
WAHYU SUMARDI SURABAYA IBM
8
326
BINTANG FAJAR RH. MUCH JUFRI . Z SURABAYA DWR
9
260
BUNGA DESA H. SOLEHUDIN PROBOLINGGO KS
10
237
NEW FANTASIA ADJI JOMBANG ADJI
11
087
INDONESIA MUDA DRG. DONNY SUWOYO PALEMBANG DNS
12
323
DOBRAK RH. MUCH JUFRI . Z SURABAYA
13
227
MASTER LUGINA ALAY BANDUNG LUGINA
14
222
SUKSES MTG BEKASI KNK
15
306
KIAN SANTANG DIDIK AFANDI KRASAAN NPD
16
103
MADONA HDS HDS JOGJA
17
278
LOKANANTA YAN SUTA PADMA SOLO
18
095
INDONESIA STAR DRG. DONNY SUWOYO PALEMBANG DNS
19
235
SANGKURIANG ALOY (MONALISA) JAKARTA HAAS
20
089
DEN BAGUS H. ZAINUDIN MOJOKERTO SEGER
21
256
NEW LEGIAN I .WAYAN S BALI ARUM
22
126
SIDO MUKTI SUDOMO SEMARANG RATU
23
293
KIAN SANTANG H. ATRO RBS SURABAYA
24
279
WAROK JOKO CITRA BANTEN TRISZA
25
280
GOLDEN WAY YUDI SUCIPTO KARTOSURO PADMA
26
324
REMBULAN ALIB BF SURABAYA ALIB
27
301
BAHTERA CINTA WAHYU SIDOARJO HARMONY
28
197
BENTLY WINARDI BANJARMASIN WIN’S
29
244
PRAJA WIBAWA RUSTAMAJI JEPARA GANDEN 200
30
171
GENGGONG PRAMONO SURABAYA MAJAPAHIT

BREEDING PERKUTUT

Order Detail

Breeding perkutut bukan hitungan matematika: Intermezo kungmania
perkutut kungmania icon 
Banyak peternak burung perkutut yang terperosok pada asumsi bahwa indukan bagus dan mahal akan bisa mengeluarkan anak bagus. Padahal dalam banyak kasus, hasil breeding bagus tergantung pada kemampuan breeder berdasar pengalaman jatuh bangun, panjang dan melelahkan.
Dalam sejarah hobi perkutut tidak pernah ada peternak yang tiba-tiba moncer tanpa melalui proses breeding yang panjang, semuanya pasti melakoni proses breeding.
Breeding bukan hitungan matematika, satu ditambah empat sama dengan lima tapi hitungan breeding hasilnya bisa tidak sama. Hitungan breeding tidak bisa diprediksi tapi saat ini peternak sudah bisa mendekatkan teori-teori feeling dengan memadukan kelebihan dan kekurangan suara indukan burung.
Jakumad MLT pernah memberikan penjelasan bahwa beternak adalah menyatukan dua individu untuk menghasilkan yang terbaik yaitu anak burung yang berkualitas.
Nah untuk mencapai ini kungmania butuh belajar kelebihan dan kekurang sepasang indukan. Breeder-lah yang lihai mengolahnya sehingga melahirkan kandang kandang favorit yang melahirkan anak-anak mewah.
Purwanto Grand Master pernah mengingatkan bahwa peternak yang orientasi beternaknya lebih besar ke “bisnis” akan berbahaya. Sebab orang beternak harus ada rasa hobinya kalau selalu “kalkulasi” dengan hasilnya untuk bisa dijual alias hitungan bisnis, maka usaha ternak yang dijalaninya bisa hancur dengan cepat.
Jadi senangilah dulu perkutut baru benar-benar merasakan manis nya bisnis perkutut.
Guru terbaik
perkutut dan trah darahPengalaman memang selalu menjadi guru yang baik untuk bisa sukses. Demikian juga dengan pengalaman beternak akan membuat peternak semakin mengerti rahasia beternak. Kungmania akan semakin paham kelebihan dan kekurangan indukan ternaknya.
Nah pemahaman yang penting untuk diketahui oleh setiap peternak adalah bahwa peternak harus lihai meredam kekuatan trah yang dominan di kandang ternak. Terutama meredam kuatnya trah darah impor yang bisa ditangkal dengan tetasan sendiri dan ini dibuktikan oleh Rareangon, salah satu peternak senior di Bali.
Pada sebuah titik frustrasi maka nasib akan mutai berbicara. Namun, bagi orang yang menyelami sesuatu hal berdasar pemahaman matang, maka nasib akan dipandang sebagai sebuah keteledoran yang disengaja. Maka, bagi seorang peternak yang mampu menghasilkan anakan yang bisa melebihi kualitas indukannya, bukan mengedepankan keberuntungan tetapi lebih dari sebuah hasil perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
“Tetapi kita patut bersyukur karena usaha yang kita lakukan selama ini sesuai dengan keinginan yang kita harapkan,” kata Made Sumawijaya, salah satu breeder perkutut andal, majikan Rareangon BF.
Dalam rentang waktu lebih dari 3 tahun terus bergulat di dunia breeding perkutut, kini Rareangon BF yang berhome base di Jalan Hayam Wuruk Denpasar ini mulai menuai hasil.
Alonso bercincin WAT Singa Kencana yang sempat mengebohkan ketika digantang di beberapa lomba di Bali dengan suara tengahnya 1-1 dengan ujung yang panjang kini sudah menetaskan beberapa ariakan. Di antara anakan, suaranya ada yang mampu melebihi kualitas Alonso, satu-satu dobel dengan ujung yang super panjang.
Alonso mampu mencetak anakan bagus setelah dipasangkan dengan indukan KPP 88. “Saya menyampurkan mereka melalui riset dengan mempertimbangkan kelebihannya untuk menutupi kelemahannya,” aku Sumawijaya.
Bagi Sumawijaya, semua burung memiliki kelemahan dan kelebihan. Begitu juga dengan enam ekor impor yang kini menghuni kandangnya baik bercincin MMC N2 sepasang, Y&U 19, TPP T9, dan WAT F-88. Kelemahan yang ada di burung impor inilah yang akan ditutupi dan betina terbaik tetasan Rareangon yang sudah melalul proses seleksi panjang, baik daya turun, tipikal suara maupun trah darah.
Sebut saja RAREANGON K5 dipasangkan MMC N2 dengan RAREANGON (KPP 70 X TP 62) yang menghasilkan anakan tengah triple tebal satu-satu dengan ujung yang panjang. Kandang 6 dipasangkan antara TP 44 dengan TPxxx, K16 antara Alonso dengan KPP 88, dan K14 antara WAT Bunda Ratu dengan SGT 09. Beberapa kandang yang lain, rata-rata dimix dengan betina istimewa tetasan Rareangon.
Selain ring Rareangon mendominasi indukannya, Made juga tidak pernah putus untuk terus berburu trah trah terbaik di setiap peternak yang ada. Sebagai peternak, memang tidak bisa berhenti untuk terus berburu materi yang kemungkinan bisa menutup kelemahan yang kita punya.
“Saya penggila ternak bukan lomba. Karena itu dimana ada burung terbaik untuk basic saya akan ambil,” papar Sumawijaya. (Referensi: Agrobis Burung)
perkutut kungmania

PERKUTUT-AJAIB

Order Detail

Perkutut ajaib, berkaki tiga bersuara istimewa

 Perkutut kaki tiga
Perkutut yang satu ini bisa dibilang beda dari kebanyakan perkutut “nyeleneh” hasil breeding kungmania. Perkutut putih, perktut blorok, perkutut berjambul ataupun perkutut hitam sekalipun sudah biasa dijumpai di berbagai tempat. Tapi perkutut yang satu ini jelas jelas super nyeleneh dan “ajaib”, karena dia terlahir dengan kaki tiga dan berdubur 2 plus memiliki kualitas suara istimewa.
Nah yang “super” lagi harganya. Sudah pernah ditawar selangit — di atas Rp. 100 juta tapi tidak dijual.

Perkutut kaki tiga
Perkutut berkaki tiga ini adalah salah satu produk dari TH-Istana BF Surabaya yang dalam setahunan ini pindah markas dan Iangsung konsentrasi di kandang ternak.
Teng Han
Teng Han
Menurut Teng Han, pemiliknya, selama beternak dirinya baru menemukan keajaiban dari anak K-2 (Cristal A-18 X SegerA-4), yang salah satu anaknya memiliki tiga kaki dan dua dubur tersebut.
Awalnya dia menduga pasti burung itu tidak akan bisa bertahan hidup lama dan cacat. Dugaan tersebut meleset.  Setelah melewati masa kritis, perkutut ini tumbuh sehat dan Iincah.
Yang mengherankan, kualitas suara burung tersebut tergolong bagus dan bermental baja. Karena melihat keajaiban ini Teng Han dengan sabar membesarkannya dan kabar tersebut akhirnya sampai juga ke kungmania lain.
Beberapa kungmania Surabaya pun mulai membuka harga untuk memboyong burung tersebut. Namun Teng Han masih suka dengan burung ini dan lagian penawaran yang diterima disebutnya “kurang pas”. Ya tadi, sudah ada yang pernah menawar di atas seratus juta rupiah.
Menurut Teng Han, keajaiban ini memang anugerah buat dirinya. Selain bersuara bagus, burung tersebut dirasakannya membawa hoki besar. Bersama burung tersebut dia merasa ada sesuatu yang berbeda. Produk ternaknya mulai mengeluarkan burung-burung istimewa.
Lantas kira-kira berapa bandrol harga burung berkaki tiga ini agar bisa lepas dari tangan Teng Han? Kita tunggu saja, yang pasti Teng Han bakal kebanjiran penawaran untuk melepas burung ajaib tersebut. (Agrobur)

DOWNLOAD SUARA PERKUTUT

Order Detail

DOWNLOAD

Dengar dan download suara burung perkutut, ada tiga versi


Coba dengar dan download suara burung perkutut atau burung kutut ini. Sebenarnya istilah “tepat” yang biasa digunakan adalah anggungan kutut atau anggungan perkutut.
Dengarkan suara burung perkutut versi pertama:


Download suara burung perkutut versi pertama di sini.
Dengarkan suara burung perkutut versi dua:


Download suara burung perkutut versi dua di sini.
Dengarkan suara burung perkutut versi tiga:


Download suara burung perkutut versi tiga di sini.
Perkutut Anda kurang kung? Apa yakin sudah sehat? Pastikan kesehatannya dengan BirdVit dan BirdMineral. LIhat apa yang perlu dilakukan untuk merawat burung perkutut di artikel: Perkutut Katuranggan, Penangkaran dan Penilaian Perkutut.

SELEKSI ANAKAN PERKUTUT

Order Detail

 

viii. Menyeleksi Perkutut Anakan sapihan

Seleksi terhadap anak perkutut bisa dilakukan saat anak perkutut mulai ditempatkan di sangkar penyapihan. Di sangkar penyapihan, bentuk fisik anak perkutut hisa diamati dan suaranya mulai bisa didengar. Seleksi dimaksudkan untuk mencari anak perkutut yang berfisik normal dan bersuara bagus.

A.    Seleksi Kualitas Fisik
Sebenarnya yang dipentingkan dari seekor perkutut adalah kualitas suaranya. Meskipun demikian, bentuk fisik yang normal juga perlu diperhatikan. Adakalanya anak perkutut menyandang cacat fisik secara bawaan. Cacat fisik bisa diketahui hanya dengan pengamatan sekilas atau dengan cara yang lebih teliti.
Mata juling dan kaki pengkor merupakan cacat bawaan yang dapat diketahui dengan cepat. Cacat fisik yang membutuhkan pengamatan lebih cermat ialah tulang dada bengkok. Tulang dada bengkok hanya dapat diketahui dengan jalan meraba dada perkutut. Tulang dada yang normai rerasa lurus ketika diraba.
Anak burung yang menderita cacat seperti itu sebaiknya disatukan dalam sangkar yang sama, Bagaimanapun pembeli juga memperhatikan penampilan fisik. Burung yang cacat tak akan dibeli kecuali suaranya istimewa.
Anak perkutut yang cacat juga perlu didengar. suaranya. Siapa tahu dari beberapa anak perkutut yang cacat fisik ada yang bersuara  istimewa.   Untuk  itu,  setelah  seleksi  kualitas fisik  harus  diikuti dengan seleksi kualitas suara.

B.    Seleksi Kualitas Suara
Seleksi kualitas suara sulit dilakukan ketika anak perkutut baru bisa mengeluarkan “suara air” (suara anak). Suara air sulit untuk patokan perkiraan suara setelah dewasa. Oleh karenanya, jangan menyeleksi anak perkutut yang masih dalam tahap ini.
Lama-kelamaan suara air menjadi semakin jelas seiring dengan bertambahnya umur perkutut. Pada umur tiga bulan, suara anak perkutut sudah semakin jelas dan mulai stabil (tidak berubah-ubah). Suara anak perkutut dikatakan stabil jika selama paling tidak lima kali, suara yang dikeluarkan tidak berubah-ubah. Dengan demikian, suara yang dimilikinya akan tetap sama hingga dewasa. Pada umur inilah seleksi kualitas suara bisa dengan mudah dilakukan.
Seleksi kualitas suara menuntut peternak mengetahui kriteria suara yang bagus. Oleh karena itu, tidak ada jeleknya jika peternak sering datang ke konkurs perkutut. Pada konkurs perkutut, peternak bisa mendengar dan mengetahui secara langsung suara perkutut yang berkualitas. Selanjutnya, suara dalam konkurs bisa dibandingkan dengan suara perkutut hasil ternakannya. (Habis)

Tips dan info lain:

1. Jika burung perkutut jantan untuk penangkaran tidak juga manggung gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).
Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.

2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.

3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Arya BirdFarm Demak-08122530557yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung. Bagaimana?

MENYAPIH ANAK PERKUTUT

Order Detail

vii. Menyapih anakan perkutut


Anak perkutut berusia sekitar seminggu
Setelah diasuh puter selama kurang lebih 1,5 bulan, anak perkutut telah mampu  makan sendiri.  Pada umur inilah,  anak perkutut bisa disapih. Selanjutnya, anak perkutut tidak tergantung pada induk asuh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

A.   Sangkar untuk Menyapih
Untuk menyapih anak perkutut, diperlukan sangkar dengan ukuran panjang sekitar 60 cm, tinggi 40 cm, dan lebar 40 cm (pada prinsipnya semakin besar ukuran sangkar akan semakin baik). Sangkar seukuran ini bisa digunakan untuk menampung sekitar 10 ekor anak perkutut. Di dalam sangkar penyapihan ini, anak perkutut akan melatih otot-otot tubuhnya, terutama otot terbang. Di dalam sangkar ini pula, anak-anak perkutut mulai belajar bersuara.
Sangkar penyapihan perlu dilengkapi dengan tenggeran, tempat pakan dan air minum, penampung kotoran, serta lampu listrik berkekuatan sekitar 10 watt. Lampu listrik dipasang menempel pada atap sangkar. Lampu ini bcrfungsi sebagai penghangat pada malam hari atau pada saat udara dingin. Oleh karena itu, lampu ini hanya dinyalakan pada malam hari atau pada saat udara dingin. Lampu listrik tidak diperlukan lagi ketika anak perkutut telah berumur empat bulan atau lebih.
B.    Penempatan Sangkar Penyapihan
Sangkar penyapihan diletakkan di tempat yang beratap sehingga tidak terkena air ketika hujan. Setiap hari sangkar berikut anak perkutut di dalamnya harus dijemur di bawah sinar matahari minimal dua jam. Penjemuran sebaiknya dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00-09.00.
Selama sangkar dijemur, dilakukan juga pembersihan terhadap tempat pakan dan air minum serta penampung kotoran. Sisa pakan hari kemarin sebaiknya dibuang dan diganti dengan pakan yang baru, demikian juga air minumnya.
Pada malam hari atau pada saat suhu udara terasa dingin, lampu dalam sangkar dinyalakan. Lampu yang menyala akan membuat udara di dalam sangkar menjadi hangat. Udara yang hangat sangat diperlukan oleh anak perkutut mengingat bulu-bulunya belum tumbuh sempurna dan belum mampu menghadapi perbedaan cuaca
yang ekstrem. Panas dari lampu ini akan membantu anak perkutut menghadapi dinginnya udara malam dan cuaca yang buruk.

C.    Pakan untuk Anak yang Disapih
Anak perkutut yang baru disapih diberi pakan milet. Biji-bijian berukuran agat besar seperti gabah dan ketan hitam tidak perlu diberikan. Milet yang diberikan harus bersih dan benar-benar bernas.
Untuk menjamin kebersihan, sebelum diberikan, milet dicuci dengan air bersih, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Pencucian juga bisa digunakan untuk menyeleksi milet yang benar-benar bernas. Milet yang bernas tenggelam di dalam air, sedangkan yang kosong akan mengambang. Milet yang mengambang inilah yang harus dibuang.
Jika anakan perkutut yang disapih lebih dari dua, ukuran tempat pakan harus agak besar, lebih dari 7 cm. Dengan tempat pakan yang agak besar, anakan perkutut tidak akan berebut tempat sewaktu makan. Pakan diberikan sehari sekali, pada pagi hari. Pemberian pakan dilakukan bersamaan dengan pemberian air minum. Ada baiknya jika air minum yang diberikan berupa air bersih yang telah matang (sudah direbus hingga mendidih, lalu didinginkan).

INDUK ASUHAN PERKUTUT

Order Detail

C.   Meyiapkan Puter dan Memindahkan Anak Perkutut ke Sangkar Puter

Sebelum menjadi induk asuh, puter perlu dipersiapkan agar siap menerima anak perkutut.

1.     Menyiapkan puter

Puter yang sudah terpilih untuk dijadikan induk asuh dan telah melewati masa isolasi bisa segera dimasukkan ke sangkar. Di dalam sangkar ini puter dipersiapkan untuk menerima anak perkutut.
a.     Dibiarkan mengerami telur
Di dalam sangkar, puter harus diusahakan bisa bertelur dan mengerami telurnya. Telur puter akan menetas setelah dua minggu Sampai umur satu bulan anak perkutut masih diasuh oleh puter
dierami. Umumnya puter mudah jodoh dan cepat bertelur. Kurang lebih seminggu setelah kawin, puter mulai bertelur. Dalam masa perkembangbiakan ini puter akan menerima anak perkutut yang diletakkan di dalam sarangnya. Burung ini akan mengasuh anak perkutut seperti anaknya sendiri.
Kurang lebih seminggu setelah mengerami telur, puter mulai memproduksi susu tembolok. Susu tembolok ini akan diproduksi hingga anaknya berumur kurang lebih sepuluh hari. Pada masa puter memproduksi susu tembolok, inilah saat yang tepat untuk mulai mengasuh anak perkutut. Dengan demikian, anak perkutut akan mendapat susu tembolok dari puter. Susu tembolok ini penting bagi anak perkutut yang masih kecil.
Apabila puter terlalu awal bertelur hingga telurnya diperkirakan menetas sebelum anak perkutut siap dipindah, sebaiknya telur tersebut dimatikan dengan cara dimasukkan ke dalam air mendidih selama +_ 1 menit. Setelah itu, telur dikembalikan ke sarang puter. Puter akan terus mengerami telur yang tidak akan menetas. Bisa juga telur
puter diganti dengan telur buatan, misalnya dari batu. Dengan cara ini, susu tembolok yang diproduksi tidak akan diberikan ke anaknya sendiri.
b.     Diberi pakan dan minum yang berkualitas
Sebelum bertelur puter diberi pakan milet, gabah, dan BirdMature kapsul. Kedua bahan pertama dicampur dengan perbandingan 2:1. Sedangkan BirdMature diberikan ke dalam air minum. Dengan pakan seperti ini, diharapkan puter dapat bertelur dengan baik. Untuk mempertinggi daya reproduksi, multivitamin seperti BirdVit tetap perlu diberikan.
Setelah mengerami telur dan siap dititipi anak perkutut, pakannya sedikit diubah. Pakan ayam petelur diganti dengan pakan untuk DOC, sedangkan gabah tidak perlu diberikan (.3 bagian milet : 1 bagian pakan DOC). Dengan pakan seperti ini, perkembangan tubuh anak perkutut yang diasuhnya diharapkan bisa semakin baik.

2.     Memindah anak perkutut ke sarang puter

Anak perkutut bisa dipindah ke sarang puter setelah berumur kurang lebih sepuluh hari. Pada umur ini, gerakan anak perkutut tidak begitu aktif. Seluruh kebutuhan hidupnya masih tergantung pada induknya. .Bulu tubuhnya masih berupa bulu jarum yang belum mengembang sempurna. Oleh karena itu, selain makan, anak burung ini masih membutuhkan kehangatan tubuh dari induknya. Dua kebutuhan hidup ini akan dipenuhi oleh puter.
Sebelum anak perkutut dipindah ke sarang puter, telur puter yang ada di dalamnya harus diambil. Jangan lupa, sebelum dipindahkan, kaki anak perkutut dipasangi cincin. Begitu berada di sarang puter, anak perkutut akan dipelihara oleh puter seperti anaknya sendiri. Ketika temboloknya kosong dan mencicit (suara anak perkutut yang kelaparan), puter akan segera memberi makan. Paruh puter akan dibuka dan didekatkan ke paruh anak perkutut. Pada saat yang bersamaan, puter rriemuntahkan kembali makanan yang ada di dalam tembolok ke rongga mulut. Selanjutnya, paruh anak perkutut akan masuk ke rongga mulut puter untuk mengambil makanan.
Kurang lebih mendekati umur sebulan sejak menetas dari telur atau tiga minggu setelah diasuh puter, anak perkutut mulai belajar makan sendiri. Anak burung ini mulai mematuk-matuk butiran pakan, tetapi masih kesulitan untuk menelannya. Lama-kelamaan butiran biji bisa ditelan dengan mudah. Ketika sudah mampu makan sendiri, anak perkutut bisa dipisah dari puter.

D.   Merawat Induk Perkutut yang Anaknya Telah Diambil

Induk perkutut yang anaknya telah dititipkan ke puter perlu diberi perawatan ekstra. Sehari setelah anaknya diambil, kedua induk perkutut, baik jantan maupun betina, diberi kacang hijau sebanyak sepuluh butir setiap ekor. Sebelumnya, kacang hijau direbus set’engah matang. Butiran kacang hijau ini dimasukkan ke dalam mulut perkutut hingga tertelan. Pemberian kacang hijau dilakukan setiap hari selama seminggu.
Selain kacang hijau, induk perkutut juga diberi BirdVit dan BirdMineral. Berikan minuman yang ke dalamnya dimasukkan BirdVit dan pada pakan/biji-bijian diberikan BirdMineral. BirdVit bisa diberikan sepekan tiga kali sedangkan BirdMineral sepekan sekali. BirdMineral adalah mineral burung.
Perawatan ekstra ini diberikan untuk mempertahankan kondisi induk perkutut agar tetap prima. Tanpa perlakuan ini dikhawatirkan kondisi induk akan memburuk karena frekuensi reproduksinya diperpendek. Tanpa campur tangan manusia, perkutut hanya bertelur satu atau dua kali dalam setahun. Di tempat penangkaran, perkutut bisa bertelur 6—10 kali dalam setahun. Peningkatan produksi ini tentunya berpengaruh buruk terhadap kesehatan induk.

INDUK ASUHAN PERKUTUT

Order Detail

vi. Memanfaatkan Puter sebagai induk asuh

Anak perkutut bisa dititipkan ke burung puter untuk dibesarkan. Dengan demikian, induk perkutut tak perlu berlama-lama mengasuh anak. Induk perkutut hanya mengasuh anak selama kurang lebih sepuluh hari. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengasuh anak-kurang lebih hingga anaknya berumur sebulan-bisa digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sekian lama mengeram. Begitu kondisinya pulih, induk perkutut bisa segera dikawinkan dan bertelur lagi. Inilah keuntungan memanfaatkan puter untuk mengasuh anak perkutut.

 

A.    Memilih Puter untuk Induk Asuh

Puter yang telah berumur _+l,5 tahun bisa digunakan untuk membesarkan anak perkutut. Untuk keperluan ini, diperlukan sepasang puter, jantan dan betina. Sepasang puter bisa digunakan untuk mengasuh 2—6 ekor anak perkutut.
Sebagai induk pengganti, puter ini harus benar-benar sehat. Puter yang sehat bisa diketahui dari perilaku dan penampakan tubuhnya. Perilaku yang lincah dengan nafsu makan yang tinggi menunjukkan puter tersebut sehat. Bulu puter yang sehat juga tampak rapi dan bersih. Tak ada sama sekali bekas kotoran di sekitar kloaka. Matanya tampak bersih dan jernih. Lubang hidung bersih dan kering.
Untuk memastikan puter benar-benar sehat, selama satu bulan burung ini diisolasi (ditempatkan dalam sangkar dan dijauhkan tlari perkutut). Selama masa isolasi, puter diberi obat cacing dua kali dalain waktu dua minggu. Obat cacing khusus untuk burung bisa pilih AscariStop yang bisa dibeli secara online dengan cara penggunaan dan pembelian bisa di-klik di sini. Dengan cara ini puter akan terbebas dari cacing. Dengan demikian, anak perkutut yang akan diasuhnya pun juga terhindar dari serangan cacing.


B. Menyiapkan Sangkar Puter

Puter yang akan digunakan untuk mengasuh anak perkutut ditempatkan dalam sangkar berjeruji bambu. Bentuk sangkar sebaiknya memanjang dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 50 cm. Di dalam sangkar ini pula anak perkutut akan diasuh oleh puter. Sangkar untuk puter ini dilengkapi dengan wadah pakan dan air minum, tenggeran, tempat sarang berikut bahan sarangnya, serta penampung kotoran.

Wadah pakan dan wadah minum sama dengan yang digunakan untuk perkutut. Wadah ini diletakkan di kanan dan kiri pintu sangkar. Peletakan seperti ini akan membuat wadah terhindar dari kotoran puter dan mudah dikeluarkan atau dimasukkan. Supaya tidak mudah bergeser atau terbalik, wadah pakan dan air minum harus dikaitkan ke jeruji sangkar.
Tenggeran dipasang pada ketinggian sepertiga atau setengah tinggi sangkar dengan arah sejajar panjang sangkar. Tenggeran sebaiknya terbuat dari kayu yang kasar (tidak licin) sehingga puter atau anak perkutut dapat bertengger dengan baik. Ranting asam yang masih terbungkus kulit sangat baik untuk tenggeran.

Tempat sarang untuk puter bisa dengan mudah didapat di pasar burung. Bahan pembuatnya bisa dari bambu atau rotan. Tempat sarang ini sebaiknya berdiameter sekitar 15 cm. Tempat sarang diletakkan di dasar sangkar pada sudut yang paling jauh dari pintu. Tempat sarang ini harus dilengkapi dengan bahan sarang berupa rerumputan atau daun cemara yang sudah kering. Bahan sarang harus sudah tersedia ketika puter mulai kawin.
Penampung kotoran dipasang pada bagian bawah sangkar. Perlengkapan ini harus bisa dengan mudah dipasang dan dilepas. Penampung kotoran bisa terbuat dari lembaran aluminium atau tripleks.

MEMELIHARA ANAK PERKUTUT

Order Detail

E.    Memelihara Anak Perkutut


Apabila telur yang dierami telah menetas, perkutut betina menjadi tidak terlalu liar. Perkutut betina menjadi lebih sering berada di sarang sarang untuk melindungi anaknya. Setiap ada yang mendekatinya lalu diancam dengan patukan.
Seminggu setelah menetas, anak perkutut sudah tumbuh besar. Sebagian besar tubuhnya sudah ditumbuhi bulu-bulu jarum. Pada umur ini, anak perkutut belum aktif bergerak. Organ-organ geraknya, sayap dan kaki, masih terlihat sangat lemah. Kakinya belum mampu mengangkat tubuh dan sayapnya belum bisa dikepak-kepakkan.
Pada umur sekitar sepuluh hari, sebaiknya dilakukan pemasangan cincin pada kaki anak perkutut. Pemasangan dilakukan dengan cara memasukkan cincin pada tiga jari yang menghadap ke depan, lalu didorong ke belakang hingga melewati jari yang menghadap ke belakang. Setelah melewati jari yang menghadap ke belakang berarti cincin telah terpasang pada kaki perkutut. Jika pemasangan cincin terlambat, cincin akan susah terpasang karena kaki anak perkutut sudah tumbuh besar dan kaku.
Setelah dipasangi cincin atau umur sepuluh  hari,  anak  perkutut  bisa tetap dipercayakan ke induknya sendiri   sepanjang   induknya tidak    menelantarkan    anak-anaknya atau dititipkan ke puter untuk   dibesarkan.   Dengan   dititipkannya anak perkutut ke puter, induk perkutut dapat segera bertelur lagi. Namun, jangan lupa untuk membuang bahan sarangnya dan mengganti bahan sarang yang baru seminggu kemudian. Anak perkutut akan diasuh oleh puter hingga mampu hidup sendiri.
Umur dua minggu bulu-bulu jarum mulai mengembang dan anak perkutut mulai berusaha keluar dari sarang. Pada umur ini, anak perkutut sering terlihat bertengger di tenggeran. Gerakannya menjadi semakin aktif, terutama saat lapar. Kakinya mulai bisa digunakan untuk melompat, sedangkan sayapnya mulai bisa dikepakkan.
Pada umur tiga minggu, anak perkutut mulai sering mengepak-ngepakkan sayap. Bulu-bulunya pun semakin sempurna menutup tubuh. Ketika lapar anak perkutut seumur ini akan mengejar induknya untuk minta suap. Sarang semakin sering ditinggalkan.
Umur empat minggu anak perkutut mulai bisa terbang meskipun belum sempurna. Selain bisa terbang, anak perkutut juga mulai bisa makan sendiri. Anak perkutut yang telah berumur empat minggu bisa dipisah dari induknya (disapih).


E     Menjaga Kesehatan Induk

Sangkar, pakan, dan air minum yang selalu terjaga kebersihannya sebenarnya sudah bisa menghindarkan perkutut dari serangan penyakit. Meskipun demikian, adakalanya perkutut masih juga terserang penyakit. Cadangan dan mencret merupakan contoh penyakit yang kadang-kadang menyerang perkutut.

1.     Cacingan
Perkutut yang terserang cacing menampikkan gejala kurus dan ekor sering digerak-gerakkan (seakan-akan berusaha membuang sesuatu dari kloaka). Kadang-kadang pada kotorannya dijumpai cacing.
Cacing bisa dibasmi dengan obat cacing untuk burung seperti AscariStop yang terbukti bisa membasmi berbagai jenis cacing pengganggu burung. Obat ini diberikan dengan cara diminumkan ke rongga mulut. Pemberian obat ini bisa diulang satu minggu kemudian selanjutnya pemberian obat cacing diberikan setiap sebulan sekali.

2.     Mencret
Kondisi fisik kotoran bisa digunakan untuk mengetahui gangguan penyakit pencernaan. Perkutut yang sehat mengeluarkan ko toran dengan kondisi padat lunak (adakalanya keluarnya kotoran dibarengi dengan keluarnya cairan bening sehingga berkesan seperti mencret, padahal tidak).
Mencret merupakan gangguan pencernaan dengan tanda kotoran sangat lembek berwarna putih atau hijau. Mencret biasanya diikuti dengan menurunnya vitalitas hidup: perkutut terlihat lesu dan nafsu makan berkurang. Jika terlihat gejala seperti ini, air minum perkutut bisa diberi obat BirdBlown. Obat ini akan memulihkan kesehatan perkutut jika mencret yang dideritanya belum parah.

MULTIVITAMIN & STAMINA

Order Detail
3.     Multivitamin dan mineral



Pengalaman peternak menunjukkan bahwa pemberian multivitamin, misalnya BirdVit, untuk burung kicauan juga bisa mempertahankan daya reproduksi perkutut tetap tinggi. Mukivitamin ini mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk reproduksi.
Di alam bebas perkutut sering memakan batu atau kerikil yang lembut untuk membantu pencernakan. Dalam sangkar penangkaran fungsi batu atau kerikil lembut bisa diganti batu bata. Pecahan batu bata berukuran setengah genggaman tangan bisa diletakkan di dasar sangkar. Perkutut akan mematuki batu bata ini untuk membantu pencernakan sekaligus memenuhi kebutuhan akan mineral. Sebelum diberikan ke perkutut, batu bata harus dicuci bersih, lalu direbus atau disangrai. Dengan cara ini perkutut akan terhindar dari serangan organisme yang kemungkinan menempel pada batu bata.


B.    Kebersihan Sangkar
Sangkar yang bersih akan menghindarkan perkutut dari penyakit. Oleh karena itu, kebersihan sangkar harus selalu diperhatikan. Setiap hari kotoran yang tertampung harus dibuang. Penampungnya harus dibersihkan sebelum dikembalikan ke sangkar. Pelepasan maupun pemasangan kembali penampung kotoran harus dilakukan dengan pelan-pelan supaya perkutut tidak ketakutan.
Setelah penampung kotoran bersih, jeruji pada dasar sangkar juga dibersihkan dari kotoran yang menempel. Umumnya sangkar model sekarang jeruji pada sisi bawah bisa dilepas seperti halnya penampung kotoran. Sangkar seperti ini mudah dibersihkan dari kotoran tanpa mengganggu ketenangan perkutut yang ada di dalamnya.
Sangkar dibersihkan secara total ketika anak perkutut dipisah dari induknya. Sementara sangkar dibersihkan, induk perkutut dipindah ke sangkar lain. Semua kotoran yang menempel pada sangkar harus dibuang. Semua perlengkapan sangkar harus bersih. Kalau perlu, gunakan FreshAves untuk melakukan penyemprotan agar burung bebas kutu dan jamur. Setelah bersih, semua perlengkapan dikembalikan ke tempat semula. Bahan sarang tidak bisa dipakai lagi untuk bertelur. Bahan sarang harus diganti dengan yang baru untuk periode perkembangbiakan berikutnya.


C.    Mengontrol Atap dan Pelindung
Kontrol terhadap atap sangkar juga harus dilakukan secara rutin. Jangan sampai ada atap yang bocor, terutama pada musim bujan. Posisi pelindung sarang serta wadah pakan dan wadah minum barus diperhatikan. Jangan sampai posisinya bergeser hingga memungkinkan sinar matahari atau air hujan masuk ke tempat-tempat tersebut.


D.   Mengontrol Telur
Perkutut betina biasanya bertelur satu hingga dua minggu setelah kawin. Setiap periode perkembangbiakan seekor perkutut umumnya menghasilkan dua butir telur. Dua butir telur ini dikeluarkan berurutan selama dua hari. Meskipun demikian, kadang-kadang seekor perkutut hanya bertelur satu butir. Telur perkutut dierami selama 14-16 hari.
Sebaiknya tanggal keluarnya telur dicatat. Pencatatan diperlukan untuk mengetahui kapan telur menetas. Jika dalam waktu 14— 16 hari belum menetas, jangan terburu-buru telur tersebut diambil. Barangkali telur tersebut memang belum saatnya menetas. Telur baru bisa diambil, untuk dibuang, setelah melewati masa pengeraman selama seminggu. Pengambilan telur yang sudah saatnya menetas, tetapi belum juga menetas diperlukan supaya induk perkutut tidak terus mengerami telur yang nyata-nyata tidak mau menetas. Selain telur, bahan sarang juga perlu diambil.
Kadang-kadang ada perkutut jantan yang berusaha mengawini perkutut betina yang sedang mengerami telur. Keinginan perkutut jantan ini sering menyebabkan perkutut betina berlarian menghindarinya. Hal seperti ini tentu sangat mengganggu proses pengeraman telur. Perkutut jantan yang berperilaku seperti ini sebaiknya dipisah dari betinanya. Perkutut betina dibiarkan mengerami telur tanpa pejantan.

MENJAGA STAMINA PERKUTUT

Order Detail

Memelihara Pasangan

Sepasang perkutut yang telah berada di sangkar perkembangbiakan merupakan pasangan yang siap berkembang biak. Jika dipelihara dengan benar, pasangan perkutut akan segera kawin dan menghasilkan keturunan. Memelihara pasangan perkutut yang sudah jodoh hingga berkembang biak bukan sesuatu yang sulit. Dengan menerapkan hal-hal berikut ini perkutut dapat berkembang biak dengan normal.

A.    Kebutuhan Pakan, Air Minum, Vitamin, dan Mineral
Pakan, air, vitamin, dan mineral merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan oleh perkutut, baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh ataupun fungsi reproduksi. Pastikan vitamin burung dengan memberikan BirdVit, sedangkan untuk mineral—juga bisa digunakan BirdMineral. Dengan pemberian vitamin dan mineral itu, maka hanya dengan memberi pakan berupa biji-bijian, perkutut yang diternakkan dalam kandang beralas tanah sudah bisa hidup normal dan berkembang biak. Pentingnya mineral adalah karena tempat beternak hanya berupa sangkar kecil sehingga tidak memungkinkan perkutut mendapat tambahan mineral dari tanah. Artinya, unsur yang satu ini perlu diberikan secara khusus. Hal ini perlu dilakukan karena dikhawatirkan dengan mempercayakan pemenuhan kebutuhan terhadap mineral dari pakan saja dapat memungkinkan terjadinya defisiensi mineral. Defisiensi ini bisa mengakibatkan terganggunya pertumbuhan tubuh dan proses perkembangbiakan.

1.     Pakan yang diberikan
Perkurut merupakan burung pemakan biji-bijian. Oleh karena itu, pakan yang diberikan juga berupa biji-bijian. Biji milet, jewawut, ketan hitam, dan gabah bisa diberikan kepada perkutut. Komposisinya tiga bagian milet selebihnya campuran jewawut, ketan hitam, dan gabah dengan perbandingan sama.
Untuk meningkatkan nilai gizi, campuran biji-bijian ini bisa dicampur dengan pakan ayam petelur dengan perbandingan 4:1. Penambahan pakan ayam petelur dilakukan hingga perkutut bertelur. Pada saat mengeram, cukup diberi pakan berupa biji-bijian. Ketika telur sudah menetas, pakannya bisa ditambah pakan untuk DOC (day old chiken, anak ayam umur sehari) dengan perbandingan empat bagian pakan biji-bijian dan satu bagian pakan DOC. Pakan ini diberikan selama perkutut mengasuh anak.
Pakan ini diberikan dalam jumlah tidak terlalu banyak, kira-kira habis dimakan selama sehari. Penambahan pakan sebaiknya tidak dilakukan ketika masih ada pakan yang tersisa. Biasanya pakan yang tersisa merupakan pakan yang tidak disukai perkutut. Jika ditambah dengan pakan baru, pakan yang tidak disukai tidak akan pernah termakan. Amat sayang jika pakan yang tidak disukai ini merupakan pakan yang nilai gizinya tinggi. Dengan tidak menambahkan pakan baru, pakan yang tidak disukai terpaksa juga dimakan.
Pemberian pakan sebenarnya bisa tiap tiga hari sekali. Jika ini dilakukan, kontrol terhadap kesegaran pakan harus sangat diperhatikan. Jangan sampai ada pakan yang busuk atau berjamur karena basah atau terkena kotoran. Pakan yang telah busuk bisa menyebabkan burung sakit atau mati jika memakannya.
Pada. saat pemberian pakan, wadah pakan harus dibersihkan. Jika perlu, dicuci hingga bersih. Kebersihan wadah pakan merupakan salah satu pendukung kesehatan perkutut. Penempatan wadah pakan harus dilakukan dengan pelan-pelan. Jangan sampai melakukan gerakan yang mengakibatkan perkutut terkejut. Gerakan yang mengejutkan akan membuat perkutut beterbangan menabrak-nabrak jeruji sangkar.
2.     Air minum
Air oleh perkutut hanya digunakan untuk minum. Perkutut bukan jenis burung yang menggunakan air untuk membersihkan tubuhnya. Oleh karena itu, tidak diperlukan wadah yang terlalu luas untuk tempat air. Air yang diberikan pun tidak perlu terlalu banyak, asalkan cukup untuk satu hari. Sepanjang air bisa dikonsumsi oleh manusia maka air tersebut juga bisa diberikan ke perkutut, baik yang sudah direbus ataupun belum. Untuk air yang sudah direbus, harus didinginkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke perkutut.
Air untuk minum sebaiknya diganti setiap hari. Pada saat air diganti, wadah air minum harus dibersihkan. Untuk sangkar yang ditempel agak tinggi, penggantian air minum menjadi agak sulit. Paling tidak harus menurunkan sangkar terlebih dahulu. Padahal, jika sangkar sering diturunkan, perkutut menjadi sering terganggu.
Ada suatu cara untuk mengatasi hal seperti ini. Dua buah botol plastik bekas kemasan sampo atau sejenisnya bisa digunakan untuk mempermudah penggantian air minum dan pembersihan wadahnya. Sebelum digunakan, botol harus bebas dari sisa-sisa dan aroma sampo. Setelah benar-benar bersih, lubang botol dimasuki selang kecil atau sedotan minuman. Panjang selang disesuaikan dengan ukuran botol. Yang pasti selang yang berada diluar botol kira-kira sepanjang 20 cm.
Jika botol akan digunakan sebagai alat untuk menuangkan air minum, selang dimasukkan hingga ke dasar botol. Jika botol hanya digunakan sebagai sarana untuk membersihkan wadah air minum, selang tidak perlu dimasukkan hingga ke dasar. Supaya antara selang dan lubang botol tidak berongga, tepi lubang bisa ditutup dengan lem plastik.
Botol yang digunakan untuk membersihkan wadah air minum bekerja dengan cara menyedot air berikut kotoran yang ada di dalam wadah air minum. Oleh karena itu, sebelum digunakan botol ini harus dalam keadaan kosong dan bersih. Untuk membersihkan wadah air minum, ujung selang dimasukkan dalam wadah tersebut. Selanjutnya botol ditekan-tekan hingga udara yang keluar akan mengaduk-aduk air dalam wadah minum. Air yang telah kotor bisa segera disedot ke dalam botol dengan cara melepas tekanan pada botol. Setelah wadah air minum kosong dan bersih bisa diisi dengan air baru dengan menggunakan botol untuk menuangkan air. Ujung selang dimasukkan ke dalam wadah air minum, lalu botol ditekan. Air akan mengalir memenuhi wadah air minum. Dengan bantuan alat seperti ini, pembersihan wadah minum dan penggantian airnya bisa dilakukan dengan sangat mudah tanpa harus menurunkan sangkar dari dinding dan mengeluarkan wadah yang akan dibersihkan.
 
Support : Creating Website | Arya BF Template | Perkutut Template
Copyright © 2011. Perkutut Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Perkutut Indonesia
Budidaya Perkutut